Kamis, 16 Januari 2014

Mass Rapid Transit ( MRT )



Salah satu masalah yang masih menjadi keluhan bagi warga Jakarta adalah kemacetan. Kemacetan ini bukan hanya disebabkan oleh warga Jakarta sendiri, namun para pendatang dari berbagai kota yang termasuk dalam wilayah megapolitan ikut ambil peran. Pembangunan MRT sedang memasuki tahap permulaan. Pembangunan dilatarbelakangi oleh beberapa sebab yang salah satunya adalah estimasi keadaan lalu lintas kota Jakarta yang akan berhenti total pada tahun 2020 karena pertumbuhan pemakaian transportasi pribadi tidak diimbangi oleh pertumbuhan jalan itu sendiri. Akibatnya, timbul kerugian, baik yang bersifat materi maupun non-materi, yang diprediksi mencapai 65 triliun rupiah per tahunnya. Selain itu, pertimbangan peningkatan polusi di ibukota pun ikut menjadi salah satu penyebabnya. Berdasarkan hal-hal tersebut, DKI Jakarta dinyatakan memerlukan sistem MRT untuk dijadikan alternatif transportasi yang mana juga bersifat ramah lingkungan. Pembangunan MRT diharapkan mampu menciptakan pandangan baik terhadap ibukota. Tujuan utama pembangunan MRT adalah untuk memberikan kesempatan kepada warga ibukota agar mampu meningkatkan produktivitas dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kenyamanan.

Belum ada kepastian mengenai total biaya yang harus dikeluarkan Pemkot DKI Jakarta terkait pembangunan proyek MRT. Namun, sejauh ini, total biaya yang diperlukan untuk membangun MRT dari terminal Lebak Bulus sampai Dukuh Atas mencapai ¥144 milyar yang berasal dari alokasi dana APBD sebesar 42% dan APBN sebesar 58%.  Pembangunan sendiri dibagi menjadi dua bagian yang menghubungkan wilayah utara dengan wilayah selatan serta wilayah barat dengan wilayah timur kota Jakarta. Pembangunan perhubungan wilayah utara dan selatan Jakarta terbagi menjadi dua fase, yaitu fase satu yang menghubungan Terminal Lebak Bulus sampai Bundaran HI sepanjang 15.7 km yang akan melibatkan 13 stasiun pemberhentian, baik yang dibangun di atas maupun di bawah tanah serta fase dua yang selanjutnya menghubungkan Bundaran HI sampai Kampung Bandan sepanjang 8.1 km yang akan melibatkan 8 stasiun pemberhentian yang direncanakan untuk dibangun di bawah tanah. Pembangunan MRT untuk fase satu ditargetkan rampung dan siap untuk dioperasikan pada 2016 dan fase dua pada 2018. Sedangkan pembanguna perhubungan wilayah barat dan timur Jakarta masih dalam tahap pembelajaran dan ditargetkan siap dioperasikan pada 2024.

Telah disinggung sebelumnya bahwa proyek pembangunan MRT ini masih memasuki tahap awal dimana proses relokasi pohon-pohon hijau yang terdapat di sepanjang jalur proyek dilakukan. Pemerintah Kota DKI Jakarta menuturkan bahwa penanaman pohon hijau akan dilakukan sebelum dan bersamaan dengan pembabatan di jalur hijau sehingga ekosistem yang telah ada tidak terganggu. Selain itu, Pemkot DKI Jakarta juga berencana untuk merelokasi sebagai trayek angkutan luar kota dari terminal Lebak Bulus ke Terminal Pulogadung, Kalideres dan Kampung Rambutan selama proyek pembangunan MRT berlangsung di Terminal Lebak Bulus. Relokasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari kemacetan selama pembangunan tersebut. Untuk mengatasinya, Pemkot DKI Jakarta memastikan pihaknya telah menyiapkan jalur-jalur alternatif yang dapat dilalui untuk mengurai simpul-simpul kemacetan.

Warga Jakarta dan sekitarnya berharap bahwa pembangunan MRT ini dapat berjalan dengan lancar dan mampu mencapai tujuan utamanya untuk mengurangi kemacetan sebagai alternatif transportasi. Prinsip aman dan nyaman dalam bermobilisasi hendaknya dapat benar terwujud dan dipertahankan sehingga menimbulkan pola pikir bagi warganya untuk saatnya meninggalkan ego pribadi dan mulai menggunakan tranportasi alternatif yang disediakan.

Islam di Korea



Muslim menjadi sebuah kaum minoritas di negara-negara Asia Timur, salah satunya di Korea Selatan. Di era modern Korea Selatan, perkembangan Islam baru dikenal setelah kedatangan tentara penjaga perdamaian asal Turki dalam Perang Korea, yang memperkenalkan Islam kepada para penduduk lokal. Selama menjalankan tugas di Korea inilah, mereka membangun perkemahan yang digunakan sebagai masjid, yang digunakan juga sebagai wadah untuk mulai memperkenalkan Islam. Pendirian masjid raya terwujud pada 1976 yang berdiri di atas sebidang tanah seluas 1.500 m2 yang disumbangkan oleh President Park Jung Hee, penguasa Korea Selatan saat itu.

Sebagaian besar masyarakat di Korea tidak beragama (atheis), yang jumlahnya mencapai sekitar 45%. Kemudian, diikuti dengan pemeluk agama Budha (23%), Kristen (18%) dan Katolik (10%) secara berturut-turut. Jumlah penduduk asli Korea yang beragama Islam sampai saat ini tidak lebih 0,1% dari sekitar 50 juta jiwa total populasi penduduk. Di samping jumlah tersebut, terdapat sekitar 200.000 muslim pendatang dari berbagai negara di dunia, baik untuk bekerja, belajar, ataupun menetap di Korea. Namun, jumlah muslim di Korea semakin bertambah seiring dengan terjadinya interaksi yang secara tidak langsung mampu membantu menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat asli Korsel.


Masjid pertama yang dibangun di Korea Selatan adalah Seoul Central Mosque and Islamic Center yang berada di kota Itaewon. Masjid ini selesai dibangun dan dibuka untuk publik pada tahun 1974. Tidak hanya sebagai tempat sholat, di kompleks masjid ini juga dilengkapi dengan kantor, ruang kelas, sekolah, dan aula untuk konferensi. Hal ini dimaksudkan agar masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat sholat, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan. Segala kegiatan ibadah dan aktivitas dakwah dikoordinasi oleh Korean Muslim Federation (KMF). Mengingat sebagian besar jumlah kaum muslimin yang di Korea adalah pendatang, maka seluruh aktivitas ibadah di masjid meliputi sholat jumat, sholat idul fitri dan yang lainnya, yang disampaikan dalam 3 bahasa, yaitu arab, inggris dan korea.

Sampai sekarang, tercatat bahwa ada sekitar 21 masjid dan Islamic Center yang tersebar di beberapa pusat kota di Korea, yang seluruhnya berada di bawah koordinasi KMF. Selain masjid dan Islamic Center, beberapa universitas dan perusahaan menyediakan ruangan yang diperuntukkan sebagai tempat sholat bagi mahasiswa maupun karyawannya yang beragama Islam. Namun, pada sebagian besar tempat, tidak pernah dijumpai tempat sholat khusus, sehingga kebanyakan kaum muslim di sana menjalankan sholat saat datang waktunya di mana saja, asalkan suci.

Yang paling banyak dikeluhkan oleh kaum muslim yang tinggal di Korea adalah sulitnya mendapatkan makanan halal. Memang ada toko muslim khusus yang menyediakan berbagai macam makanan halal dari berbagai negara, namun toko tersebut hanya mampu ditemukan di kompleks masjid. Di samping itu, hanya terdapat beberapa toko khusus yang menjual daging halal yang disembelih secara islami. Terkait makanan kemasan produksi Korea, perlu kehati-hatian dalam memilih karena sebagian besar makanan kemasan mengandung babi atau turunannya. KMF telah mengeluarkan daftar makanan-makanan kemasan yang sudah dicek kehalalannya. Adapun yang berada di luar daftar tersebut, pembeli harus mengecek sendiri kandungan penyusun makanan tersebut. Masyarakat Korea sangat gemar untuk makan daging sehingga sebagian besar restoran memiliki menu utama daging, baik daging babi, sapi, maupun ayam. Mengingat penyembelihan sapi dan ayam di sana tidak mengikuti syariat Islam, kaum muslim cenderung memilih menu sayuran dan ikan ketika harus mengikuti jamuan makan bersama di restoran Korea.

Saat muncul berita tentang pengeboman yang mengatasnamakan Islam dan jihad, sebagai contoh, yaitu serangan 11 September di Amerika, masyarakat awam berfikir bahwa Islam mengajarkan kekerasan dan pengeboman untuk jihad. Banyak masyarakat awam Korea yang tidak mengerti sehingga menjadi takut dan cenderung menjauhi Islam dan pemeluknya karena hal ini. Oleh karena itu, penduduk asli Korea yang beragama Islam berusaha keras menjelaskan kepada masyarakat awam bahwa Islam sangat melarang kekerasan, pengeboman dan hal semacamnya. Lee Ju-hwa, Ketua Dakwah dan Pendidikan KMF, menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat Korea sekarang mulai bisa memahami. Meskipun hidup sebagai seorang muslim bagi warga asli Korea terlihat berat, namun pemeluk Islam di Korea sangat bangga menjadi seorang muslim.

Insomnia



Insomnia merupakan kelainan tidur yang sering dialami oleh hampir seluruh orang di dunia selama hidupnya. Insomnia adalah kesulitan untuk tidur dan/atau kemampuan untuk tidur dalam waktu yang lama sehingga timbul rasa segar setelah bangun meskipun telah memiliki banyak kesempatan untuk tidur. Biasanya insomnia menyebabkan rasa kantuk, lemah, lesu, dan rasa tidak enak lainnya, baik secara fisik maupun mental, sepanjang hari. Insomnia terbagi menjadi tiga, yaitu insomnia sementara yang terjadi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu ke depan, insomnia akut yang biasa disebut insomnia jangka pendek yang berlangsung lama hingga berminggu-minggu, serta insomnia kronis yang terjadi paling sedikit dalam sebulan atau dua bulan sampai bertahun-tahun.


Meskipun insomnia dapat terjadi pada segala usia, namun insomnia lebih mudah menyerang remaja wanita dibandingkan laki-laki. Gangguan tidur ini selanjutnya dapat mengganggu aktivitas, konsentrasi, ingatan, fungsi sistem imun, dan refleks, serta menimbulkan rasa gelisah yang berlebihan, depresi, dan mudah marah. Penelitian dari UC Barkeley menyatakan bahwa kurang tidur akan mempengaruhi cara berpikir seseorang untuk memutuskan makanan apa yang akan dimakan sehingga cenderung membuatnya memilih makanan cepat saji yang berakibat pada gangguan kesehatan dan obseitas.



Penyebab insomnia bermacam-macam, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Pertama, pengaruh obat-obatan dapat menyebabkan seseorang sulit untuk tidur seperti corticosteroids, statins, alpha dan beta blockers, SSRI antidepressants, ACE inhibitors, ARBs, Cholinesterase inhibitors, 2nd generation (non-sedating) H1 agonists, dan lucosamine/chondroitin. Kedua, terjadi gangguan pada cicardian rhythm yang disebabkan oleh jet lag, kebisingan, kepanasan dan kedinginan. Ketiga, masalah psikologis yang biasanya menyerang orang-orang dengan kelainan kejiwaan. Keempat, kondisi fisik yang sedang melemah akibat mengidap berbagai macam penyakit seperti stroke, asma, parkinson dan alzheimer, artritis, dan sebagainya. Kelima, hormon seperti estrogen dan hormon lainnya yang diproduksi selama menstruasi. Yang terakhir adalah faktor-faktor lain yang menyebabkan seseorang sulit tidur seperti tidur di samping orang yang mendengkur, kelainan genetis, banyak pikiran, saat dalam kondisi hamil, serta penemuan dari Universiy of Helsinki, Finlandia, yang mengatakan bahwa keberadaan teknologi di dalam kamar tidur akan membuat orang-orang mengurungkan niatnya untuk pergi tidur sehingga memicu timbulnya insomnia.



Insomnia dapat dijelaskan dengan memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan. Gejala-gejala insomnia antara lain kesulitan untuk tidur di malam hari, sering terbangun tengah malam atau terbangun lebih awal dari yang diinginkan, tetap merasa lelah meskipun telah tidur sepanjang malam, rasa kantuk dan lelah sepanjang hari, rasa gelisah, mudah marah bahkan depresi, kehilangan fokus dan konsentrasi, sakit kepala berkepanjangan, kesulitan bersosialisasi, dan lain-lain. Insomnia dapat disembuhkan, baik secara medis maupun non-medis. Secara non-medis, insomnia dapat disembuhkan dengan memperbaiki pola hidup, yaitu dengan mengatur waktu tidur, jangan sampai kurang atau lebih, tidak merokok, menghindari kebiasaan ngemil di malam hari, serta membuat lingkungan sedemikian rupa hingga menjadi nyaman. Relaksasi terhadap tubuh, menjalani terapi kognitif dan kontrol stimulus juga dipercaya dapat mengurangi bahkan menyembuhkan insomnia. Musik ternyata juga mampu mengurangi insomnia dengan catatan bahwa musik yang diperdengarkan adalah musik yang menenangkan yang mampu mengistirahatkan kerja otak. Selain itu, secara medis, penderita dapat mengonsumsi obat-obatan seperti prescription sleeping pills/benzodiazepines, antidepressants, antihistamines, melatonin, ramelteon, dan valerian officinalis. Namun, perlu diingatkan bahwa penggunaan obat-obatan ini harus dalam pengawasan dokter karena jika terlalu sering dikonsumsi, dikhawatirkan akan mengganggu fungsi dari organ tubuh sehingga timbul komplikasi lebih lanjut.

Hujan Es

Hujan es yang dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Persipitasi sendiri adalah curahan atau jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda, yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang. Salah satu proses pembentukan hujan es adalah melalui kondensasi uap air yang melewati keadaan dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah riming, dimana uap air yang melewati keadaan dingin tertarik ke permukaan benih-benih es sehingga terjadi pengembunan mendadak dan membentuk es dengan ukuran besar. Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tetapi bisa juga terjadi di daerah ekuator dan biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau musim hujan yang hujannya banyak terjadi pada siang atau malam hari karena fenomenanya yang selalu terjadi antara pukul 13.00 - 17.00.

Hujan es hanya akan terbentuk bila butir air hujan yang membeku tumbuh dan berkembang dengan menyerap butir-butir awan dingin pada awan cumulonimbus (Cb) yang melewati freezing level yang memiliki ketinggian dimana suhu udaranya adalah 0ÂșC atau sekitar 16.000 kaki di wilayah Indonesia. Awan Cb mengandung partikel es dan butir air besar. Untuk terjadinya awan Cb, kondisi udara harus mendukung dengan labilnya lapisan udara sehingga mudah terjadi proses konveksi ditambah suplai uap air yang cukup sehingga massa udara yang terangkat oleh proses konveksi akan mengandung banyak uap air dan mempermudah terbentuknya awan cumulus yang selanjutnya berkembang menjadi awan Cb. Pertumbuhan awan Cb yang disertai updraft yang kuat akan membentuk hail.

Hujan es biasanya juga terjadi di sepanjang daerah pegunungan karena gunung mempunyai kekuatan upward angin secara horizontal (yang dikenal juga sebagai orographic lifting) sehingga memungkinkan sering terjadi hail. Salah satu daerah yang sering terjadi hail besar adalah sepanjang pegunungan India Utara yang dilaporkan menjadi salah satu hail paling besar karena angka kematian yang cukup besar pada tahun 1888. Sepanjang Eropa dan Kroasia juga sering mengalami hail. Di Amerika Utara, hail juga biasanya terjadi di Colorado, Nebraska, dan Wyoming, yang  diketahui sebagai "Hail Alley". Hail di daerah ini biasa terjadi antara bulan Maret sampai Oktober sepanjang sore dan malam hari, namun sebagian besar terjadi di bulan Mei sampai September.

Hujan es juga sering terjadi di Indonesia meskipun Indonesia terletak di daerah tropis. Hujan es di daerah tropis akan terjadi jika batu es yang turun bersifat kering dan memiliki ukuran yang cukup besar saat keluar dari dasar awan. Namun, dalam perjalannya (jatuh bebas) dari dasar awan sampai tanah, ukuran batu es akan menyusut akibat kontak dengan suhu udara yang cukup tinggi. Ukuran batu es hasil dari hujan es biasanya dinilai dari diameternya yang diukur dengan penggaris. Ukuran batu es secara visual sering diestimasi dengan membandingkan ukurannya dengan objek lain yang diketahui seperti koin. Kecepatan hujan es atau kecepatan jatuhnya batu es ketika menyentuh tanah bervariasi, tergantung dari ukuran diameter hail. Sebuah batu es berdiameter 1 cm jatuh dengan kecepatan rata-rata sekitar 9 meter per detik (20 mph) dan ketika ukuran diameternya 8 cm, maka batu es akan jatuh dengan kecepatan rata-rata sekitar 48 meter per detik (110 mph).

Hujan es dapat menyebabkan kerusakan serius, khususnya dalam dunia otomotif, penerbangan, peternakan, dan banyak lainnya. Hujan es merupakan salah satu bencana badai yang berbahaya dalam dunia penerbangan. Hujan es yang menghasilkan batu es berukuran 13 mm dapat mengakibakan kerusakan serius pada pesawat terbang. Akumulasi hasil hujan es pada permukaan landasan pacu juga berbahaya bagi pesawat untuk landing maupun take-off. Sedangkan bagi pengendara mobil, hujan es dapat mengganggu aktivitas berkendara. Hantaman hujan es yang berukuran besar juga dapat merusak badan dan kaca mobil.

Peristiwa hujan es biasanya terjadi dalam waktu singkat dan jarang terjadi hujan es susulan pada daerah yang sama. Hujan es atau badai susulan dapat terjadi jika atmosfer dapat membentuk kembali formasi awan tebal dan rendah dalam waktu yang singkat. Dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan bahaya susulan setelah badai hujan es melanda suatu wilayah.

Hujan es menimbulkan hujan yang merata ke wilayah yang relatif luas dengan durasi yang relatif lama. Kecanggihan teknologi citra udara telah mampu memantau peristiwa hujan es sebelum kejadian. Secara sederhana, tanda-tanda datangnya hujan es dan angin puting beliung dapat dipantau, seperti udara di lingkungan yang akan turun hujan es terasa panas beberapa jam sebelum kejadian. Hujan es merupakan peristiwa alam yang normal sehingga perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Di tengah masyarakat muncul mitos bahwa dianjurkan untuk menggunakan air hujan es sebegai air minum bahkan pengobatan. Berdasarkan penelitian para ahli, uap air yang membeku tersebut dapat bercampur dengan kuman dan debu sehingga penyalahgunaannya dapat menimbulkan penyakit bagi manusia.