Sabtu, 18 April 2015

Structure and Written Expression (TOEFL SKILL 7)

Skill 7: Adverb Time Connector and Cause Connector

Kalimat yang menggunakan klausa dari klausa keterangan waktu mempunyai 2 pola dasar:
·         I will sign the check before you live.
·         Before you live, I will sign the check.

Tiap contoh di atas, terdapat 2 klausa: you live dan I will sign the check. Dari ke dua klausa tersebut klausa keterangan waktu (adverb time clause) nya yaitu you live karena didahului oleh kata penghubung keterangan waktu (adverb time connector) before. Perhatikan penggunaan komanya ketika adverb time connector berada di depan kalimat.

Contoh di bawah ini menggambarkan bagaimana pola kalimat ini dijadikan sebagai soal dalam test Structure TOEFL.

Contoh
_____ was late, I missed the appointment.
a) I
b) Because
c) The train
d) Since he

Dari kalimat di atas dapat kita ketahui bahwa kalimat tersebut mempunyai kata kerja was yang membutuhkan subjek. Juga terdapat klausa yang lain I missed the appointment. Jika memilih jawaban a) I atau c) The train maka jawaban Anda tidak tepat karena hanya menyediakan subjek untuk kata kerja was sementara connector untuk ke dua klausa tersebut Anda abaikan. Untuk jawaban b) because hanya menyediakan connector jadi juga jawaban yang tidak tepat. Jawaban paling memungkinkan yaitu d) Since he (karena dia). He sebagai subjek dari verb was: he was late dan since sebagai connector menghubungkan dua klausa he was late dan I miss the appointment.

Contoh Soal:
1.      Since the bank closes in less than an hour, the deposits need to be tallied immediately.
2.      Their backgrounds are thoroughly investigated before are admitted to the organization.
3.      The citizens are becoming more and more incensed about traffic accidents whenever the accidents occur at that intersection.
4.      The ground had been prepared, the seedlings were carefully planted.
5.      We can start the conference now that all the participants have arrived.
6.      The building quite vulnerable to damage until the storm windows  are installed.
7.      Once the address label for the package is typedcan be sent to the mail room.
8.      Because the recent change in work shifts was not posted, several workers missed their shifts.
9.      The mother is going to be quite upset with her son as long he misbehaves so much
10.  Inasmuch as all the votes have not yet been counted the outcome of the election cannot be announced.

Ket:.
Yang diblok merupakan subjek.
Yang diblok dan digaris bawahi merupakan verb (kata kerja).
Yang dimiringkan merupakan adverb time atau cause coordinator.

Pada kalimat 1, 3, 5, 8, dan 9 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penggunaan adverb time atau cause coordinator telah benar.
Pada kalimat 2, 4, 5, 7, dan 10 mempunyai kesalahan masing-masing.  No. 2 dan 7 kehilangan subjek. No. 4 juga salah karena tidak terdapat connector. No. 6 kehilangan verb. No. 10 kehilangan koma. Inasmuch (karena) merupakan adverb time connector.

Seharusnya:
1.      Since the bank closes in less than an hour, the deposits need to be tallied immediately.
2.      Their backgrounds are thoroughly investigated before they are admitted to the organization.
3.      The citizens are becoming more and more incensed about traffic accidents whenever the accidents occur at that intersection.
4.      After Tthe ground had been prepared, the seedlings were carefully planted.
5.      We can start the conference now that all the participants have arrived.
6.      The building is quite vulnerable to damage until the storm windows  are installed.
7.      Once the address label for the package is typedit can be sent to the mail room.
8.      Because the recent change in work shifts was not posted, several workers missed their shifts.
9.      The mother is going to be quite upset with her son as long he misbehaves so much
10.  Inasmuch as all the votes have not yet been counted, the outcome of the election cannot be announced.


Sumber:

Structure and Written Expression (TOEFL SKILL 6)

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.

Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test. Selain itu TOEFL pada dewasa ini sudah mulai digunakan dalam dunia kerja sebagai salah satu mekanisme rekruitment atau jenjang kenaikan pangkat.

Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:

·         listening comprehension,
·         grammar structure and written expression,
·         reading comprehension
·         writing

Tes bahasa inggris TOEFL terdiri dari dua jenis yaitu Computer-based Testing dan Paper-Based Testing. Model Computer-based Testing adalah tes yang menggunakan media komputer. Skor penilaian model ini berada pada kisaran 216-677. Sedangkan Paper Based Testing adalah tes yang menggunakan kertas sebagai media pengujiannya. Skor penilaian dengan model ini berada pada kisaran 450-550 ke atas. Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).

         Soal dari Structure and Written Expression berbentuk multiple choice (pilihan ganda). Structure and written expression berguna untuk menguji penguasaan unsur gramatikal dalam tata bahasa inggris. Peserta tes harus memilih cara yang tepat untuk melengkapi kalimat atau menemukan kesalahan dalam kalimat. Umumnya Structure and Written Expression terdiri dari 40 soal dengan waktu 25 menit. Dalam Structure and Written Expression terdapat dua bentuk pertanyaan, yaitu structure yang terdiri dari 15 butir soal (1-15), dan written expression yang terdiri dari 25 soal (16-40). Structure and Written Expression terdiri dari berbagai skill. Skill yang akan dibahas kali ini adalah skill 6 yaitu Coordinate Connector.

Skill 6: Coordinate Connector

Banyak kalimat dalam bahasa Inggris mempunyai lebih dari 1 klausa (clause):
·         I am learning.
·         Mom is cooking, and dad is working in the garden.
·         The girl who is looking at me is my neighbour.

Kalimat pertama cuma mempunyai 1 klausa sementara kedua kalimat terakhir mempunyai 2 klausa yang pertama 'mom is cooking' dan 'dad is working in the garden.' Yang ke dua 'the girl is my neighbor' dan 'who is looking at me.' Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa klausa merupakan bagian dari kalimat atau kalimat itu sendiri yang mempunyai satu subjek dan satu verb. Umumnya diartikan bahwa klausa itu merupakan sekumpulan kata yang berisi sebuah subjek dan sebuah verb.

Pada skill ini akan dipelajari mengenai bentuk-bentuk kata penghubung coordinate connector serta penggunaannya dalam kalimat. Coordinate connector digunakan untuk  menghubungkan antara satu klausa dengan klausa yang lain. Contoh coordinate connector yang umum yaitu: and, but, or, so, yet (tapi). Perhatikan penggunaan koma sebelumnya.

·         Tom is singing, and Paul is dancing.
·         Tom is tall, but Paul is short.
·         Tom must write the letter, or Paul will do it.
·         Tom told a joke, so Paul laughed.
·         Tom is tired, yet he is not going to sleep.

Contoh di bawah ini menggambarkan bagaimana coordinate connector dijadikan sebagai soal dalam test Structure TOEFL.

Contoh

A power failure occured, _____ the lamps went out.
a) then
b) so
c) later
d) next

Dari kalimat di atas dapat kita ketahui bahwa kalimat tersebut mempunyai dua klausa 'a power failure occured' dan 'the lamps went out'. Jadi kalimat tersebut butuh sebuah coordinate connector untuk menghubungkan ke dua klausa tersebut. Dari pilihan jawaban yang ada hanya 1 bentuk connector yaitu so. Jadi jawaban paling tepat yaitu b) so.

Contoh Soal dan Pembahasannya:

1.      The software should be used on an IBM computer, and this computer is an IBM.
2.      The rain clouds can be seen in the distance, but no has fallen.
3.      They are trying to sell their home, it has been on the market for two months.
4.      So the quality of the print was not good, I changed the typewriter ribbon.
5.      The lifeguard will warn you about the riptides, or she may require you to get out of the water.
6.      You should have finished the work yesterday, yet is not close to being finished.
7.      The phone rang again and again, so the receptionist was not able to get much work done. (Correct)
8.      The missing wallet was found, but the cash and credit cards had been removed.
9.      Or you can drive your car for another 2, 0000 miles, you can get it fixed.
10.  The chemist was awarded the Nobel Prize, he flew to Europe to accept it.

Ket:
·         Yang diblok merupakan subjek.
·         Yang diblok dan digaris bawahi merupakan verb (kata kerja).
·         Yang dimiringkan merupakan coordinate coordinator.

Pada kalimat 1, 5, 7, dan 8 merupakan bentuk kalimat yang benar (sudah terdapat subjek dan verb) beserta penggunaan coordinate coordinator telah benar.
Pada kalimat 2 dan 6 kehilangan subjek. No. 3 dan 10 kehilangan connector. No. 4 dan 9 juga salah karena salah penempatan connector. Sementara no.

1.      The software should be used on an IBM computer, and this computer is an IBM.
2.      The rain clouds can be seen in the distance, but no no rain has fallen.
3.      They are trying to sell their home, and it has been on the market for two months.
4.      So The quality of the print was not good, so I changed the typewriter ribbon.
5.      The lifeguard will warn you about the riptides, or she may require you to get out of the water.
6.      You should have finished the work yesterday, yet it is not close to being finished.
7.      The phone rang again and again, so the receptionist was not able to get much work done. (Correct) 
8.      The missing wallet was foundbut the cash and credit cards had been removed.
9.      Or You can drive your car for another 2, 0000 miles, you can get it fixed. 
10.  The chemist was awarded the Nobel Prize, so he flew to Europe to accept it.

Sumber:

Kamis, 08 Januari 2015

Anime

                Hal menarik yang terakhir bagi saya adalah anime. Apa itu anime? Anime adalah animasi yang berasal dari Jepang. Animasi ini biasanya digambarkan dalam bentuk tokoh atau seseorang dengan latar tempat serta terdapat cerita di dalam masing – masing suatu tokoh. Anime ini juga memiliki target bagi siapa yang dapat menontonnya, seperti ada yang khusus dewasa dan semacamnya. Anime merupakan pengembangan dari komik Jepang yang biasa disebut dengan Manga. Anime ini adalah animasi yang diwujudkan dari manga tersebut ke dalam bentuk yang bergerak atau bisa dibilang kedalam bentuk filmnya.

          Mungkin tidak semua orang menyukai dan menikmati anime ini, karena orang menganggap anime adalah tontonan anak kecil dan tidak menarik untuk dilihat. Padahal, apabila mereka sudah melihat serta memahami cerita di dalam salah satu judul anime dapat dipastikan mereka akan beranggapan lain tentang anime. Hal itu terjadi kepada saya, yang sampai saat ini sangat menyukai menonton anime ini. Hal yang membuat saya tertarik pada anime pertama – tama adalah dari grafik yang ada di dalamnya sangat menyerupai aslinya di kehidupan ini. Seperti contohnya terdapat gunung di dalam cerita anime, gunung tersebut dibuat semirip mungkin dengan gunung aslinya dan itu membuat saya sangat terkesan. Alasan kedua saya tertarik pada anime adalah karena cerita yang dibuat di dalamnya, meskipun hanya animasi yang dipertontonkan, cerita di dalam anime dapat menciptakan berbagai emosi yang akan sangat dirasakan oleh penonton anime ini. Seperti contohnya para penonton anime bisa merasakan sedih yang sangat dalam, sampai bisa – bisa menangis dibuatnya dan hal itu pun saya rasakan saat menonton anime ini. Ketiga adalah karena seni di dalam pembuatan anime ini.tidaklah mudah untuk membuat anime ini saya akui, dari proses menggambar sampai pembuatan cerita lalu pemberian berbagai efek di dalamnya.


          Itulah alasan mengapa anime merupakan hal yang menarik bagi saya. Selain dapat menikmati animasi di dalam sebuah cerita yang diciptaan, kita juga dapat mengambil beberapa teknik dalam seni menggambar. Lalu kebanyakan di dalam sebuah cerita di dalam anime memberian pelajaran moral yang positif bagi penonton anime ini. Jadi menurut saya banyak hal positif yang dapat diambil dari animasi yang dibuat oleh animator yang berasal dari Jepang ini.

Video Game

      Hal menarik lainnya adalah video game. Kenapa video game? Karena bagi saya video game sudah seperti teman ke-tiga bagi saya di dalam hidup ini. Teman pertama adalah teman bermain di luar rumah, teman ke-dua adalah sepak bola, dan yang ke-tiga adalah video game. Seperti anak lainnya terutama laki – laki, video game adalah hal yang pasti tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupannya sehari – hari. Karena melalui video game lah saya dapat merealisasikan imajinasi saya sewaktu kecil dengan memainkannya. Bisa dibilang saya salah satu orang yang sudah termasuk “gila game” atau biasa disebut dengan gamers.


   Sewaktu SD atau SMP, percaya atau tidak percaya saya bisa menghabiskan waktu dalam bermain video game ini lima sampai enam jam dalam sehari. Sampai – sampai orang tua saya terutama ibu sering memarahi dengan alasan listrik yang mahal dan kesehatan mata yang akan terganggu apabila bermain terlalu lama. Pada awalnya saya berpikir kalau itu hanya alasan yang dibuat – buat untuk saya berhenti bermain dan memulai belajar, tetapi setelah memasuki SMA saya baru sadar kalau apa yang dikatakan oleh ibu saya adalah benar dan tidak dibuat – buat. Oleh karena itu semenjak SMA saya mengurangi waktu bermain video game menjadi dua sampai tiga jam dalam sehari.

     Jenis video game yang sering saya mainkan adalah RPG (Role Playing Game). Jenis game ini adalah salah satu game yang membutuhkan waktu yang lama untuk diselesaikan. Game RPG ini merupakan sebuah game dimana para pemain memainkan peran tokoh – tokoh khayalan yang ada di dalamnya dengan latar belakang yang sudah ada untuk menyelesaikan cerita yang harus dicapai sampai akhir atau tamat. Keunggulan game ini adalah kita dapat berimprovisasi di dalamnya, seperti kita yang menentukan apakah cerita di dalam game RPG ini akan berakhir buruk (bad ending) atau berakhir sesuai harapan (true ending) tergantung alur cerita yang kita mainkan di dalamnya sebelum mencapai akhir. Keunggulan lainnya adalah di dalamnya terdapat perbincangan antar tokoh di dalam game di setiap ceritanya, hal itu yang membuat kita sebagai pemain harus mengerti perbincangan apa yang di dalamnya untuk menyelesaikan game tersebut.

Bagi saya banyak sekali hal positif yang didapat dengan bermain video game, contohnya kita dapat belajar dari segi bahasa asing yaitu bahasa inggris. Karena setiap game pasti menggunakan bahasa inggris, jadi mau tidak mau kita harus paham dengan bahasa di dalamnya yang membuat kita terbiasa. Hal negatif akan kita dapat apabila memainkan video game terlalu lama seperti kesehatan mata yang akan terganggu dan terjebak di dalam imajinasi yang dibuat di dalam video game. Kesimpulannya adalah ada waktunya kita untuk bermain dan bersenang - senang, dan ada juga waktunya untuk kita belajar dan bersungguh – sungguh di kehidupan ini. 

Bermain Gitar

          Pada tulisan ini saya akan membahas mengenai hal – hal yang menarik bagi saya, dan hal yang menarik bagi saya yang pertama adalah seni dalam bermain alat musik. Hal tersebut saya jadikan hal yang menarik bagi diri saya karena dengan bermain alat musik dapat memberikan inspirasi juga menghilangkan rasa jenuh dari kegiatan sehari – hari. Selain itu dengan bermain alat musik, saya juga merasakan kepuasan secara langsung karena tidak semua orang mempunyai kemampuan dalam bermain alat musik.

          Alat musik yang bisa saya mainkan adalah gitar meskipun sekarang saya juga sedang dalam proses belajar dan mengembangkannya. Saya tertarik dengan alat musik ini karena ayah saya adalah salah seorang yang mampu dan pandai dalam memainkan gitar, kakak saya pun juga tidak kalah pandai dalam memainkannya. Oleh karena itu secara tidak langsung ketertarikan dalam memainkan alat musik gitar ini menurun dari ayah saya.

          Pertama kali saya mengenal alat musik gitar karena sewaktu kecil saya dan keluarga sering diajak ke suatu pertunjukan musik di suatu tempat oleh ayah saya dimana beliau juga salah seorang pemain dari pertunjukan musik tersebut dengan menggunakan gitar, sehingga semenjak saat itu timbul ketertarikan saya untuk mempelajari dan memainkan alat musik gitar sampai saat ini. Jadi bisa dibilang kalau ayah saya adalah inspirator yang menimbulkan ketertarikan pada hal ini.


          Pada awal belajar bermain gitar ini saya diajarkan langsung oleh ayah saya, namun saya tidak terlalu paham dengan apa yang diajarkannya karena saat itu teknik yang diberikan oleh beliau terlalu rumit untuk saya cerna. Oleh karena itu saya beralih kepada kakak saya yang pada saat itu sudah lumayan mahir dalam bermain gitar. Ternyata setelah perlahan – lahan belajar darinya, saya menjadi sedikit lebih paham dalam bermain gitar seperti kunci dalam bermain gitar, cara memetik gitar dan teknik – teknik dasar dalam bermain gitar. Sampai sekarang saya tetap bermain gitar dan mengembangkan kemampuan saya dalam bermain gitar melalui buku – buku yang diberikan ayah juga belajar dari teman sekitar yang sudah lebih pandai dalam memainkannya. 

Senin, 03 November 2014

Kelas Baru, Pemikiran Baru

     Nama saya Pandu Varian Saputra dan saat ini sedang melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta Universitas Gundarma yang bertempat di Depok jurusan Akuntansi. Saya termasuk orang yang tidak terlalu peka atau kurang memperhatikan sekitar mengenai kehidupan luar saya. Tidak terlalu pintar dan tidak terlalu rajin hanya sedang- sedang saja. Hanya olahraga yang menonjol dalam diri saya, itu pun karena hobi. Universitas Gunadarma termasuk ke dalam universitas swasta terfavorit di Indonesia karena segudang prestasi yang sudah diraihnya. Karena termasuk universitas yang terfavorit di Indonesia, tidak heran kalau banyak sekali anak lulusan SMA yang bertujuan untuk melanjutkan studinya ke Universitas Gundarma ini dari berbagai daerah di Indonesia.

     Pada tahun 2012 saya resmi menjadi mahasiswa Universitas Gunadarma ini dan pada semester pertama saya ditempatkan di kelas 1EB08 dimana pengelompokkan kelas atau penempatan masing – masing mahasiswa di suatu kelas hanya  pihak Gunadarma yang mengetahui sistemnya. Di kelas 1EB08 ini berbagai macam tipe mahasiswa dapat ditemukan seperti malas, rajin, jahil serta alim ada di dalamnya. Banyak warna di dalam kelas ini yang anehnya membuat saya mudah beradaptasi dengan perbedaan di dalamnya.

    Setelah setahun bersama kelas ini, rasa kekeluargaan serta keakrabannya mulai terasa ternyata harus terpisahkan di tahun berikutnya yaitu pada semester ke tiga. Teman – teman yang sudah dekat dengan saya harus terpisah oleh kelas pada tingkat ke dua ini. Pada semester tiga ini, Gunadarma memiliki sistem yang berbeda di dalam penempatan mahasiswa kedalam suatu kelas. Ada satu kelas khusus yang menempatkan mahasiswa dengan IPK di atas rata-rata dijadikan satu yang biasa kita sebut dengan kelas EB01. Dapat dibilang beruntung atau tidak, percaya tidak percaya ternyata saya masuk kedalam kelas tersebut.

     Di dalam kelas ini, suasana kelas yang saya rasakan sungguh sangat berbeda dengan kelas yang dulu. Tidak ada kata main-main dan hanya menuntut keseriusan dalam menuntut ilmu di dalamnya, beda dengan kelas yang dulu saya tempati. Kondisi seperti ini sangat tidak biasa saya rasakan seperti sebelumnya yang menyebabkan saya kurang bisa beradaptasi dengan teman-teman. Mahasiswa di dalam kelas ini dapat dibilang jenius dan berpeluang untuk mendapat masa depan yang lebih baik dibanding kelas lain. Banyak pemikiran-pemikiran juga pandangan-pandangan baru mengenai suatu hal di luar pengetahuan saya pribadi yang dilontarkan oleh teman-teman di kelas baru ini pada saat diskusi yang sering membuat saya menggelengkan kepala karena kagum. 

    Energi positif sangat saya rasakan di kelas ini, banyak juga kekurangan yang saya rasakan sepanjang proses pembelajaran. Namun dapat masuk ke dalam kelas ini merupakan kebanggaan tersendiri dan mungkin keberuntungan bagi saya. Karena dengan belajar bersama teman-teman yang memiliki pengetahuan yang luas serta dengan pemikiran yang berbeda dapat membuat saya ikut berkembang. Memotivasi diri saya sendiri saya lakukan untuk dapat menyamai prestasi bahkan kalau bisa untuk melebihi prestasi yang mereka dapatkan. Tidak ada yang tidak mungkin kita capai dengan berusaha. Pemikiran seperti itu yang saya tanamkan pada saat ini.

Saya dan Futsal

     Futsal merupakan sebuah olahraga bola kaki yang dimainkan oleh 5 orang setiap tim dengan waktu 2x15 menit. Futsal dapat dilakukan di dalam ruangan atau di luar ruangan. Futsal pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1998-1999 dan baru dikenal oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2000. Hampir dari semua kalangan umur menggemari olahraga ini terutama laki-laki. Futsal sudah menjadi teman bahkan bagian hidup saya yang tidak mungkin dihilangkan.

      Pertama kali saya mengenal futsal pada saat saya duduk di bangku SMP. Saya merupakan anak laki-laki yang termasuk ke dalam golongan “gila bola” semenjak SD. Sebenarnya saya lebih menyukai olahraga sepak bola pada awalnya dan memutuskan untuk mengikuti ekskul sepakbola. Namun pada saat demo ekskul, sepak bola tidak ada di dalamnya dan yang ada hanyalah futsal. Kecewa adalah perasaan yang saya rasakan saat itu, dan saya memutuskan untu tidak mengikuti ekskul apapun selama kelas satu di SMP.

     Awal mula saya menyukai olahraga futsal ini adalah pada saat saya duduk di kelas dua SMP karena saat itu ada ajakan dari teman untuk mengikuti seleksi untuk masu tim inti futsal SMP saya. Awalnya saya tidak tertarik, namun teman saya memaksa dan saya pun mencobanya. Tidak disangka, nama saya disebut oleh pelatih untuk masuk ke dalam tim inti futsal maewakili sekolah untuk mengikuti kompetisi yang diadakan oleh sekolah lain. Semenjak itu perlahan-lahan rasa senang saya terhadap futsal mulai muncul dan terbawa sampai sekarang. Berbagai prestasi di bidang futsal sudah sekolah kami raih dengan menjuarai beberapa kompetisi umum, terlebih lagi  saya ikut serta di dalamnya dan merasakan senangnya menjadi juara.

      Tidak hanya sampai tingkat SMP saja, semasa SMA pun saya ikut aktif di dalam ekskul futsal dan kembali terpilih oleh pelatih untuk mewakili tim inti sekolah. Berbagai pengalaman manis juga pahit mengiringi perjuangan kami dalam mencapai gelar juara di masa SMA ini. Walaupun tidak terlalu banyak meraih gelar juara, rasa suka saya terhadap futsal kini telah menjad rasa cinta. Saya menjadi sangat antusias atau bersemangat apabila membahas semua hal yang berhubungan dengan futsal. Sehingga yang tadinya mempunyai julukan anak yang “gila bola” sekarang telah berubah menjadi “gila futsal”.


       Banyak sekali manfaat yang dapat saya rasakan dengan berolahraga futsal, tidak hanya manfaat tetapi saya juga mendapat pengalaman hidup yang berharga untuk diceritakan serta saya bagikan kepada teman juga keluarga saya. Selain sehat yang akan kita rasakan, olahraga ini juga melatih kita untuk bersosialisasi dengan teman dan membiasakan diri untuk bekerja sama di dalam sebuah kelompok. Banyak sekali hal positif yang dapat saya rasakan dengan berolahraga futsal. Walaupun semenjak kuliah saya kurang aktif di dalam UKM futsal, saya selalu mengusahakan untuk bermain futsal bersama-sama teman sekelas di waktu kosong. Satu hal lagi yang dapat saya simpulkan dari pengalaman saya dalam berolahraga futsal yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. Dengan berdo’a dan berusaha yang keras, tidak ada hal yang tidak bisa kita capai di dalam hidup ini.