Senin, 14 Oktober 2013

Mengapa Koperasi Sulit Berkembang di Indonesia



Mengapa Koperasi Sulit Berkembang di Indonesia?

      Menurut Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian yang dimaksud dengan koperasi adalah “ badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.” Jadi yang dimaksud dengan koperasi adalah badan usaha atau organisasi yang terdiri dari beberapa orang yang ingin melakukan usaha demi tercapainya tujuan bersama. Ada pula tujuan pembentukan koperasi di Indonesia, yaitu :

1.      Memajukan kesejahteraan anggota
2.      Memajukan kesejahteraan masyarakat
3.      Membangun tatanan ekonomi nasional

Tiga tujuan tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Dengan adanya koperasi, kebutuhan para anggota dapat terpenuhi yang menghasilkan kesejahteraan anggota meningkat. Dengan meningkatnya kesejahteraan anggota, berarti koperasi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta tatanan ekonomi nasional. 

           Namun, Koperasi di Indonesia sulit berkembang dikarenakan ada beberapa faktor atau masalah baik itu dari dalam koperasi (internal) maupun dari luar koperasi (eksternal). Peran koperasi di Indonesia termasuk unit ekonomi yang lumayan berpengaruh dan penting bagi kemakmuran  rakyatnya semenjak zaman penjajahan hingga sekarang ini. Akhir – akhir ini peran koperasi kurang terlihat bagi masyarakat, hal ini dikarenakan koperasi di Indonesia mengalami perkembangan yang tidak begitu pesat bahkan bisa dikatakan sulit untuk berkembang. Sulit berkembang inilah yang menyebabkan masyarakat tidak tertarik bahkan kurang mempedulikan koperasi yang ada. Oleh karena itu, koperasi di Indonesia akhir - akhir ini bisa dikatakan hanya berjalan di tempat bahkan bisa sampai kemunduran apabila kurangnya perhatian dari pihak – pihak yang bersangkutan seperti pemerintah.

         Peran pemerintah dalam memberdayakan koperasi di Indonesia sebenarnya seolah tidak pernah habis, atau bisa dibilang memanjakan koperasi itu sendiri. Tetapi kenapa dengan adanya bantuan – bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada koperasi ini seperti tidak  berpengaruh untuk memajukan atau mengembangkan koperasi di Indonesia? Oleh karea itu, perlu dibahas masalah apa saja yang menyebabkan koperasi sulit berkembang di Indonesia.

     Yang pertama, salah satu masalah yang menyebabkan koperasi kurang bisa berkembang mungkin dari sumber daya manusia di dalam koperasi itu sendiri. Banyak pendapat bahwa koperasi sulit berkembang karena kurangnya kualitas sumber daya manusianya. Kurangnya kualitas atau tingkat pendidikan bahkan pengalaman dalam berwirausaha menjadi salah satu penyebab utama. Percuma saja kalau pemerintah memberikan banyak bantuan tetapi dari dalam koperasi itu sendiri kurang memahami mengenai koperasi? Kurangnya kualitas ini dapat menyebabkan kurang berpartisipasinya anggota dalam koperasi bahkan untuk mendukung berkembangnya koperasi itu sendiri. Kurangnya pendidikan serta pelatihan kepada anggota koperasi tersebut menjadi salah satu faktor utama di dalam masalah sumber daya manusia ini. Hal ini terjadi karena para pengurus beranggapan bahwa pelatihan – pelatihan tersebut tidak akan berpengaruh atau bermanfaat bagi diri mereka pribadi. Kegiatan koperasi yang kurang berkembang akan mengakibatkan terbatasnya sumber modal yang ada. Pada akhirnya karena terbatasnya sumber modal yang ada diakibatkan karena kurang berpartisipasinya anggota koperasi dalam memajukan koperasi serta memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya. 

    Kedua dikarenakan terbatasnya modal yang dimiliki koperasi itu. Kurang berkembangnya koperasi sangat berkaitan dengan kondisi modal keuangan badan usaha tersebut. Kendala modal tersebut dapat terjadi karena kurang adanya dukungan modal yang kuat atau bahkan sebaliknya terlalu tergantungnya modal dari sumber koperasi itu sendiri.

      Ketiga karena manajemen koperasi yang kurang profesional. Kurang profesionalnya manajemen koperasi ini kembali kepada kurangnya kualitas sumber daya manusia di dalam koperasi tersebut. Tingkat pendidikan yang rendah dan pengalaman yang kurang dapat mengakibatkan koperasi menjadi kurang berkembang. Oleh karena itu diperlukan seleksi secara teliti dalam memilih pengurus maupun anggota dalam koperasi.

         Keempat dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat. Di Indonesia, koperasi terbentuk karena adanya dorongan dari pemerintah untuk menciptakan atau mendirikan sebuah koperasi. Hal ini yang menyebabkan koperasi sulit berkembang disbanding negara lain. Kenapa? Karena di negara lain, koperasi didirikan oleh kesadaran masyarakat negra itu sendiri, bukan dari pemerintah. Mereka mendirikan sebuah koperasi karena sebuah kebutuhan dan  untuk saling menolong sesama demi kesejahteraan masyarakat. Sehingga peran pemerintah dalam negara tersebut hanya sebagai pendukung serta pelindung saja yang bertolak belakang dingan pemerintahan di Indonesia yang bertugas sebagai pendukung serta mendorong masyarakatnya untuk mendirikan sebuah koperasi. 

         Kelima adalah terlalu dimanjakannya koperasi oleh pemerintah. Pemerintah selalu memberikan bantuan dana bagi koperasi tanpa adanya pengawasan serta tidak perlunya pengembalian dana yang diberikan. Dengan demikian, koperasi hanya akan menjadi ketergantungan terhadap dana yang diberikan oleh pemerintah dan menjadi tidak kompetitif dengan usaha lainnya yang megakibatkan sulit  berkembangnya  koperasi itu sendiri. 

      Keenam adalah demokrasi ekonomi yang masih kurang. Maksudnya adalah adanya ketidakluasaan untuk menjalani sebuah tindakan yang akan dilakukan atau diambil oleh koperasi. Hal ini menyebabkan koperasi tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik untuk membantu mensejahterakan anggota maupun masyarakat. 

         Menurut saya, keenam hal tersebutlah yang menjadi inti masalah atau sulitnya berkembangnya koperasi di Indonesia. Pemberdayaan kembali koperasi di Indonesia bisa sangat membantu kesejahteraan masyarakat serta tidak kalah dalam bersaing dengan usaha – usaha lain yang sejenis di Indonesia.

Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar