Kamis, 16 Januari 2014

Eksplorasi Laut Dalam




Laut merupakan salah satu kekayaan estetik yang dimiliki oleh bumi dimana terdapat di dalamnya kehidupan berbagai macam makhluk hidup yang ikut serta membantu menjaga ekosistem serta siklus rantai makanan dalam rangka mempertahankan eksistensinya. Laut memiliki pengertian sebagai kumpulan air asin dalam jumlah besar di permukaan bumi yang memisahkan dan/atau menghubungkan suatu pulau dengan pulau lainnya serta benua yang satu dengan yang lainnya yang juga terhubung dengan samudera. Berdasarkan kedalamannya, laut dibedakan menjadi 5 zona, yaitu zona litoral, zona neritik, zona batial, dan zona abisal. Zona litoral merupakan wilayah laut yang biasanya tertutup oleh air laut saat terjadinya pasang naik dan menjadi kering saat air laut sedang surut sehingga zona ini sering disebut sebagai wilayah pasang surut. Zona neritik adalah wilayah laut yang terhitung mulai dari zona pasang surut hingga kedalaman 200 meter di bawah permukaan laut sehingga sering disebut wilayah laut dangkal. Zona neritik merupakan tempat terkonsentrasinya biota-biota laut, terutama berbagai jenis ikan. Zona batial adalah wilayah laut yang merupakan lereng benua yang tenggelam di dasar samudera dan memiliki kedalaman berkisar di atas 200 meter hingga 2.000 meter di bawah permukaan laut. Zona abisal adalah wilayah laut yang menjadi wilayah dasar samudera yang memiliki kedalaman di atas 2.000 meter di bawah permukaan laut dan jenis biota yang mampu hidup di zona ini sangatlah terbatas. Zona hadal merupakan laut yang ditemukan pada kedalaman sekitar 5.000 sampai 6.000 meter ke dasar laut serta dikenal sebagai zona hadopelagic dan zona parit.

Zona abisal dan zona hadal termasuk dalam zona bentik laut dalam. Kehidupan di laut dalam sangatlah terbatas sehingga hanya beberapa organisme laut saja yang mampu hidup pada zona tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh suhu yang dingin secara konstan (tidak dipengaruhi oleh waktu dan musim), intensitas cahaya yang sangat rendah atau gelap gulita sepanjang masa (kecuali cahaya yang dihasilkan oleh organisme laut dalam tertentu), salinitas yang konstan, kadar oksigen yang minimum akibat respirasi aktif organisme laut dalam, tekanan hidrostatik yang tinggi, serta persediaan makanan yang terbatas. Oleh karena itu, organisme laut dalam harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya agar mampu bertahan hidup. 

Jenis ikan penghuni laut dalam cenderung memiliki warna abu-abu keperakan atau hitam kelam serta tidak terdapat kontras warna. Selain itu, ikan-ikan laut dalam biasanya memiliki mata yang sangat kecil atau bahkan tidak bermata karena fungsinya yang tidak diperlukan untuk hidup di lingkungan yang gelap gulita serta mulut yang besar dengan gigi yang tajam dan melengkung ke arah tenggorokan untuk memerangkap makanan tidak keluar dari dalam mulut.


Viper fish, yaitu jenis ikan yang terkenal sebagai predator yang gesit di laut dalam dan dapat ditemukan pada kedalaman 80 hingga 1.600 meter. Ikan ini memiliki ciri-ciri mulut yang lebar dan fleksibel dengan gigi-gigi yang panjang dan tajam serta perut yang besar. Selain itu, punggungnya memiliki organ photophore atau organ yang memproduksi cahaya melalui proses bioluminensis, yang dimanfaatkan untuk memancing mangsanya. Makanan utamanya adalah crustacea dan ikan kecil.

Chimaera, yaitu jenis ikan yang masih memiliki hubungan dengan ikan hiu dan pari sehingga biasa disebut ghost shark. Ikan ini menggunakan hidungnya yang panjang untuk mendeteksi gelombang listrik dari mangsanya yang biasanya bersembunyi di bawah pasir di dasar laut. Untuk pertahanan diri, chimaera mempunyai sirip punggung yang beracun yang dapat membunuh manusia. Chimaera biasa ditemukan di kedalaman 8.000 kaki.

Dragon fish atau Grammatostomias Flaggellibarba, merupakan jenis ikan berkepala besar dengan gigi yang runcing dan tajam dan hidup di kedalaman sekitar 1500 meter. Ikan ini mempunyai organ semacam belalai di bawah dagunya yang dapat menghasilkan cahaya dengan proses bioluminensis, yang dipergunakan untuk memancing mangsanya agar mendekat.

Bathynomus Giganteus atau lebih dikenal dengan isopoda raksasa, adalah jenis terbesar dari keluarga isopoda. Mereka hidup di kedalaman 2.000 kaki dan merupakan karnivora pemakan bangkai dan sisa-sisa makanan yang terjatuh ke dasar laut. Ketika merasa terancam, hewan ini akan menggulung tubuhnya membentuk seperti bola sehingga dapat melindungi bagian bawah tubuhnya dengan kulit luarnya yang keras.
  

Angler fish adalah salah satu jenis ikan perairan dalam yang habitatnya di kedalaman 3.000 kaki atau lebih dari 900 meter. Seperti kebanyakan ikan laut dalam, ikan ini juga mempunyai organ yang dapat menghasilkan cahaya melalui proses bioluminensis. yaitu photophore, yang digunakan untuk memancing mangsanya. Ikan jantan mempunyai pengait untuk menempel pada ikan betina. Kait akan terhubung dengan pembuluh darah ikan betina dan seumur hidupnya akan terus menempel pada ikan betina seperti parasit dan menghisap sari makanan dari tubuh sang betina.








4 komentar:

  1. Seram juga masuk Zona Abisal, katanya kalau kesana harus pakai nitrogen ? (INI yang dipertanyakan) gak bisa pakai Oksigen

    BalasHapus
  2. pengen coba ke sana sepertinya asyikk

    BalasHapus
  3. dapusnya apa ya kalau boleh tau? terimakasih

    BalasHapus
  4. Agen Poker Online Aman Dan Terpercaya
    JuraganQQ.com
    Berkesempatan Menjadi Seorang Jutawan Besar
    Keuntungan Bermain Bersama JuraganQQ
    - Proses Depo/WD Super Cepat
    - Minimal Deposit Rp.20.000
    - 7 Game Dalam 1 ID
    - Bonus Rolingan & Bonus Referall
    - Csnya Ramah",Baik,Dan Sopan
    INFO
    BBM: 33449B3B
    Line: juraganqq_official
    Sejarah Permainan Poker
    http://tipsjituonline99.blogspot.com/2017/05/sejarah-permainan-kartu-poker.html

    BalasHapus