Kamis, 16 Januari 2014

Insomnia



Insomnia merupakan kelainan tidur yang sering dialami oleh hampir seluruh orang di dunia selama hidupnya. Insomnia adalah kesulitan untuk tidur dan/atau kemampuan untuk tidur dalam waktu yang lama sehingga timbul rasa segar setelah bangun meskipun telah memiliki banyak kesempatan untuk tidur. Biasanya insomnia menyebabkan rasa kantuk, lemah, lesu, dan rasa tidak enak lainnya, baik secara fisik maupun mental, sepanjang hari. Insomnia terbagi menjadi tiga, yaitu insomnia sementara yang terjadi dalam beberapa hari sampai beberapa minggu ke depan, insomnia akut yang biasa disebut insomnia jangka pendek yang berlangsung lama hingga berminggu-minggu, serta insomnia kronis yang terjadi paling sedikit dalam sebulan atau dua bulan sampai bertahun-tahun.


Meskipun insomnia dapat terjadi pada segala usia, namun insomnia lebih mudah menyerang remaja wanita dibandingkan laki-laki. Gangguan tidur ini selanjutnya dapat mengganggu aktivitas, konsentrasi, ingatan, fungsi sistem imun, dan refleks, serta menimbulkan rasa gelisah yang berlebihan, depresi, dan mudah marah. Penelitian dari UC Barkeley menyatakan bahwa kurang tidur akan mempengaruhi cara berpikir seseorang untuk memutuskan makanan apa yang akan dimakan sehingga cenderung membuatnya memilih makanan cepat saji yang berakibat pada gangguan kesehatan dan obseitas.



Penyebab insomnia bermacam-macam, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Pertama, pengaruh obat-obatan dapat menyebabkan seseorang sulit untuk tidur seperti corticosteroids, statins, alpha dan beta blockers, SSRI antidepressants, ACE inhibitors, ARBs, Cholinesterase inhibitors, 2nd generation (non-sedating) H1 agonists, dan lucosamine/chondroitin. Kedua, terjadi gangguan pada cicardian rhythm yang disebabkan oleh jet lag, kebisingan, kepanasan dan kedinginan. Ketiga, masalah psikologis yang biasanya menyerang orang-orang dengan kelainan kejiwaan. Keempat, kondisi fisik yang sedang melemah akibat mengidap berbagai macam penyakit seperti stroke, asma, parkinson dan alzheimer, artritis, dan sebagainya. Kelima, hormon seperti estrogen dan hormon lainnya yang diproduksi selama menstruasi. Yang terakhir adalah faktor-faktor lain yang menyebabkan seseorang sulit tidur seperti tidur di samping orang yang mendengkur, kelainan genetis, banyak pikiran, saat dalam kondisi hamil, serta penemuan dari Universiy of Helsinki, Finlandia, yang mengatakan bahwa keberadaan teknologi di dalam kamar tidur akan membuat orang-orang mengurungkan niatnya untuk pergi tidur sehingga memicu timbulnya insomnia.



Insomnia dapat dijelaskan dengan memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan. Gejala-gejala insomnia antara lain kesulitan untuk tidur di malam hari, sering terbangun tengah malam atau terbangun lebih awal dari yang diinginkan, tetap merasa lelah meskipun telah tidur sepanjang malam, rasa kantuk dan lelah sepanjang hari, rasa gelisah, mudah marah bahkan depresi, kehilangan fokus dan konsentrasi, sakit kepala berkepanjangan, kesulitan bersosialisasi, dan lain-lain. Insomnia dapat disembuhkan, baik secara medis maupun non-medis. Secara non-medis, insomnia dapat disembuhkan dengan memperbaiki pola hidup, yaitu dengan mengatur waktu tidur, jangan sampai kurang atau lebih, tidak merokok, menghindari kebiasaan ngemil di malam hari, serta membuat lingkungan sedemikian rupa hingga menjadi nyaman. Relaksasi terhadap tubuh, menjalani terapi kognitif dan kontrol stimulus juga dipercaya dapat mengurangi bahkan menyembuhkan insomnia. Musik ternyata juga mampu mengurangi insomnia dengan catatan bahwa musik yang diperdengarkan adalah musik yang menenangkan yang mampu mengistirahatkan kerja otak. Selain itu, secara medis, penderita dapat mengonsumsi obat-obatan seperti prescription sleeping pills/benzodiazepines, antidepressants, antihistamines, melatonin, ramelteon, dan valerian officinalis. Namun, perlu diingatkan bahwa penggunaan obat-obatan ini harus dalam pengawasan dokter karena jika terlalu sering dikonsumsi, dikhawatirkan akan mengganggu fungsi dari organ tubuh sehingga timbul komplikasi lebih lanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar