Kamis, 16 Januari 2014

Rokok Elektrik



Merokok dianggap sebagai pelepas stres yang ampuh bagi sebagian besar orang. Namun, nampaknya mereka para penikmat rokok tidak mengindahkan lingkungan sekitar yang merasa terganggu akan keberadaannya. Seperti telah diketahui bahwa rokok akan lebih berbahaya bagi pengisap pasif dibanding pengisap aktif. Asap rokok nyatanya mengandung komponen-komponen yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, komponen asap yang paling dikenal adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 7.000 zat kimia yang terkandung dalam asap rokok yang memicu timbulnya penyakit kanker paru, jantung dan emfisema. Oleh karena itu, pemerintah memasang larangan untuk merokok di tempat umum dengan alasan menghindari dampak lebih jauh dari aktivitas merokok tersebut.  

 Saat ini, telah beredar salah satu inovasi dari produk rokok yang dikenal sebagai rokok elektrik (e-cigarette) yang dinilai lebih tidak berbahaya bagi kesehatan dibanding rokok pada umunya. Rokok elektrik memiliki rasa seperti rokok biasa, namun perbedaannya terletak pada kandungan nikotin yang hanya berfungsi sebagai perasa rokok saja dan kadarnya jauh lebih rendah dari rokok biasa. Rokok elektrik menggunakan smart-plate­ serta sensor aerodinamis untuk mengendalikan asap yang dihasilkan serta pemanas air yang berukuran kecil dan cairan perasa rokok yang dimasukkan melalui filter rokok elektrik. Rokok elektrik memiliki banyak kelebihan sehingga kiranya para penikmat rokok mulai dapat berpindah dari rokok konvensional ke rokok elektrik. Rokok elektrik tidak menimbulkan api, abu, bau, serta asap yang mengganggu dan berbahaya bagi orang sekitar, rendah nikotin, tidak mengandung tar, tidak menggunakan korek api, tidak membuat gigi menjadi kuning, dapat digunakan di ruangan ber-AC, simpel, modern, dan ramah lingkungan. Beberapa orang yang menggunakan rokok elektrik juga berpendapat bahwa mereka merasa lebih serta dan kapasitas paru-paru menjadi lebih baik. Oleh karena itu, rokok eletrik bisa dijadikan alternatif bagi yang ingin merokok. Rokok eletrik juga dinyatakan sebagai alternatif bagi yang ingin berhenti merokok.
Hanya saja, ternyata penggunaan rokok eletrik ini masih menimbulkan efek samping. Kandungan nikotin yang digunakan sebagai bahan dasar dari rokok ini masih menimbuklan efek negatif dan esensi tembakau yang masih terkandung di dalamnya membuat para perokok ingin terus merokok sehingga sulit bagi mereka untuk berhenti merokok secara total. Selain itu, rokok elektrik juga ternyata mengandung tetramethylpyrazine yang dapat merusak otak. Baterai yang digunakan sebagai sumber daya dari rokok elektrik ini ternyata juga mengandung nikotin dan bahan kimia berbahaya lainnya. Keraguan akan pemakaiannya juga semakin didukung oleh kenyataan bahwa beberapa produsen rokok elektrik tidak menyertakan bukti dokumentasi secara jelas pada tahap uji coba bahwa produk mereka mampu mengentikan perokok aktif untuk merokok. 


Hingga saat ini masih diberlakukan berbagai uji coba laboratorium terhadap rokok elektrik. Ada beberapa pihak yang menentang apapun jenis rokok untuk masuk ke negaranya, salah satunya adalah Australia. Pemerintah Australia melarang produk rokok elektrik untuk masuk ke negaranya karena belum ada bukti ilmiah yang menegaskan kelebihannya dibanding rokok biasa.

 Pada dasarnya, semua jenis rokok membutuhkan nikotin dan tembakau sebagai bahan dasarnya sehingga tidak ada jaminan bahwa mereka aman untuk digunakan. Melihat efek-efek yang ditumbulkan seharusnya lebih dapat membuka mata masyarakat untuk saatnya meninggalkan rokok jenis apapun dan beralih ke pola hidup sehat. Stres yang ditumbulkan akibat aktivitas sehari-hari yang bersifat repetitif dapat dihilangkan dengan mengatur jadwal sedemikian rupa sehingga punya waktu luang untuk berolahraga, rekreasi bersama keluarga atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar